Erungansweet’s Blog
Just another WordPress.com weblog

RENUNGAN KRISTEN (CARA MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG SALAH)

Syalom rekan2 muda kristen Friendster yg saya kasihi.

Apa kabar? Selamat bertemu kembali dgn saya. Smoga keadaan kita semua baik2.

Hari ini saya akan memberikan renungan kristen. Smoga renungan ini membawa berkat bagi rekan2ku.

Hari ini saya akan membahas tentang ”Rahasia Membangun Kehidupan Yg Salah”. Kata ”Membangun” ini merupakan suatu pelajaran yang paling mendasar dan terutama jika kita berjalan dalam kekristenan. Itu sebabnya hal ini sangat penting sekali untuk kita pelajari dan pahami.

Secara Terminologi,

Kata ”membangun” ini dalam bahasa Asli Alkitab Perjanjian Lama adalah ”Banah” (Bhs.Ibrani), yang artinya: ”membangun, mendirikan, membangun kembali dan merekonstruksi.” Kata ”banah” ini muncul kurang lebih 375 kali dan dalam bahasa Ibrani kuno (Aramaic) muncul sebanyak 23 kali. (Lihat Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words, by: W.E. Vine, M.A., Merril F. Unger, Th.M, Th.D, Ph.D & William White, Jr. Th.M, Ph.D, Copyright ©1996 AMG Publishers, page 25-26).

Kata “membangun” ini dalam bahasa Asli Alkitab Perjanjian Baru (Bhs.Yunani) adalah:

a. Oikodomeo, yg artinya: “membangun rumah, membangun segala sesuatu.”

b. Anoikodomeo, yg artinya: “membangun kembali.”

c. Epoikodomeo, yg artinya: “membangun di atas dasar.”

d. Sunoikodomeo, yg artinya: “membangun bersama.”

e. Kataskeuazo, yg artinya: “mempersiapkan, membangun, dan memoles.”

(Lihat Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words, by: W.E. Vine, M.A., Merril F. Unger, Th.M, Th.D, Ph.D & William White, Jr. Th.M, Ph.D, Copyright ©1996 AMG Publishers, page 82-83).

Nah, itulah arti dari kata “membangun” secara terminologi menurut kamus Alkitab. Hal ini saya pergunakan hanya sebagai referensi saja.

Cara Membangun Kehidupan yg Salah, yaitu:

1. Membangun di atas dasar Pasir.

Itu sebabnya Yesus berkata: ”Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yg bodoh, yg mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya” (Mat.7:26-27).

Rekan2 muda, membangun di atas dasar pasir, yaitu pasir ketidaktaatan, dengan mendengarkan FirmanNya namun tidak melakukannya adalah jalan terburuk/terparah yg memungkinkan kita untuk ”terseret” dan ”tersapu habis” serta ”hancur berantakan” oleh hujan, banjir, angin/badai abad ini. Tidak mendengarkan dan tidak memasukkan FirmanNya ke dalam sistem nilai, pola, tingkah laku, pembicaraan kita adalah jalan pintas dan tercepat menuju kehancuran, kegagalan dan maut. Jika kita tidak waspada dan tanggap terhadap suaraNya yg berbicara kepada kita, maka kita akan mempunyai dasar yg rapuh/tidak kokoh ketika ada badai, godaan, cobaan, ujian, dan penderitaan datang.

Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata bhw ketidaktaatan kepada FirmanNya itu diibaratkan seorang yg mendirikan rumahnya di atas pasir. Lalu saat hujan, banjir dan angin menerpa rumah itu, maka rumah itu hancur berantakan. Mengapa rumah itu hancur berantakan dan roboh?! Karena rumah itu didirikan di atas pasir.

Rekan2 muda kristen, berapa banyak kerugian yg pasti para remaja/pemuda alami ketika mereka lari/berontak dan memilih jalan ketidaktaatan kepada Allah dan FirmanNya? Tentunya ada saat2 dalam hidup ini dimana para remaja/pemuda pernah mengalaminya:

a.Memakai/menggunakan Minuman Keras, Obat Bius, Narkoba, Extasi lalu Overdosis..alias mati konyol,

b.Sex Bebas lalu si wanita hamil di luar nikah kemudian menuntut ganti rugi kepada si penghamil..hehe, dan kalo takut ama orang tua akhirnya aborsi dech! Makanya kalo pacaran cari orang yg baik, dan menjaga kekudusan dirinya!! Hehe!

c.Diperkosa karena berpakaian yg mengundang birahi laki2,

d.Pesta Mode (Gaya) gila-gilaan, sampai membuat org lain merasa terganggu/ ”risih”

e.Budaya Diskotik malam yg akhirnya terjebak dalam budaya sex terselubung, Tripping/Disko sambil make narkoba/ekstasi lalu mati ato kalo masih hidup ketangkep polisi waktu ada razia..hehe,

f.Shoping/berbelanja secara berlebihan melebihi pendapatan sampai rela memiliki “Kartu Kredit/Utang” lebih dari 5!!…tapi ngak bisa bayar, haha!,

g.Pemberontakan thd orang tua,

h.Kegiatan Hiburan dan Hura2,

i.Kebrutalan, seperti balapan liar yg mengakibatkan kematian tragis para joki-nya/jagoannya.

j.Musik Rock,

h.Suka membaca/melihat Majalah tidak bermoral, Pornografi, … sehingga pikirannya ”kotor” melulu, kayak air selokan, hahaha!

i.Okultisme/Penyembahan Berhala/Suka make jimat2 n pelet/susuk pemikat,

j.Premanisme,

dll…semua ini terlalu sering diidentikkan/menjadi musuh besar pemuda dan remaja.

Mengapa ini semua bisa terjadi?! Hanya satu sebabnya, mereka memilih tidak taat kepada FirmanNya. Sehingga mereka harus membayar akibat dari perbuatan mereka sendiri, yaitu Terkena Malapetaka, Kutuk dan Hukuman/Hajaran/Teguran dariNya!!

Nah, oleh karena itu mari…

Bangunlah diri kita di atas dasar batu ketaatan (Mat.7:24-25), jangan mau membangun diri kita di atas dasar pasir…entar ditiup aje ama angin sepoi2 ujian hidup..jadi roboh tuh bangunan imanmu! Hehehe! Coba tunjuk tangan: ”Siapakah diantara kalian kalo membangun rumah/gedung di dasar pasir/di pantai?” Wah, itu mah kata Firman Tuhan dikatakan orang bodoh/geblek! Hihihi!”..Pasti ngak ada yg mau tunjuk tangan kan?!” Nah, demikianlah halnya kehidupan kita, jika kita ingin berhasil membangun kehidupan kita, maka kita harus menghindari diri kita dari cara membangun hidup kita dgn cara membangun di atas pasir ketidaktaatan.

2. Membangun di atas dasar Kesombongan.

Contoh:

a. Pembangunan Menara Babel oleh Nimrod (Kej.11:1-9)

Pembangunan Menara ”Pencakar Langit” pada zaman Nimrod ini bermotif kesombongan/untuk mencari nama (Kej.11:4). Di samping itu, Nimrod memang menjadi sombong karena ia sangat berkuasa. Nimrod adalah seorang yg gagah perkasa dan penguasa yg kerajaannya terdiri atas Babel, Erekh dan Akad, semua daerah tanah Sinear (Kej.10:8-10). Nimrod telah berhasil menyatukan satu bahasa manusia pada zamannya, sehingga pencapaian yang didapatnya sangat luar biasa bersama orang2 yang bersamanya.

Perhatikan ayat ini: ” Ia (Nimrod) seorang pemburu yg gagah perkasa di hadapan TUHAN (Kej.11:9). Jadi, awalnya Nimrod ini sangat dikagumi, disenangi oleh Allah…namun sayang…Nimrod lebih memilih ketenaran, popularitas, kebanggaan yg akhirnya membawa ia kepada jurang kesombongan. Itu sebabnya ketika Nimrod membangun Menara Babel, maka motivasi utama Nimrod adalah untuk ”mencari nama”/kesombongan. Akhirnya, Tuhan Allah murka sehingga pembangunan menara Babel oleh Nimrod dan rekan2nya digagalkan dan dikacaukan (Kej.11:5-9). Babel artinya: Kekacauan.

b. Lusifer/Setan/Iblis

Lusifer, malaikat si pemberontak yang jatuh dalam dosa dan diusir oleh Tuhan Allah karena keangkuhan/kesombongannya yang ingin menyamai kedudukan Tuhan Allah (Yes.14:12-15, Yeh.28:12-17). Itu sebabnya, sejak Lusifer ini dibuang dari sorga, maka ia telah membangun ”Kerajaan”-nya sendiri untuk memerangi/menandingi Allah (Ef.6:12, Mat.12:26).

Rekan2 muda kristen, kesombongan merupakan hal yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kejatuhan kita dalam dosa yang memalukan dan menyakitkan.

Itu sebabnya Alkitab berkata: ”Kecongkakan (kesombongan) mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan” (Ams.16:18).

Pada masa kini, kesombongan ada yang berbentuk:

Kesombongan Rohani:

Contohnya: Sombong karena memiliki jabatan penting dalam Gereja seperti menjadi Pelayan Mimbar Gereja, Aktivis Gereja, Hamba2 Tuhan, Pendeta, dll. Ada juga yang sombong karena jadi selebritis/artis rohani, seperti penyanyi dan musisi rohani.

Kesombongan Intelektual:

Contohnya: Sombong karena memiliki kepandaian/kecerdasan yang tinggi sehingga menganggap remeh/sepele pendapat, ide dan gagasan orang lain. Orang yang sombong Intelektual ini umumnya terlalu menyombongkan “gelar/title kesarjanaan” nya. Sebut saja: S-1, S-2, S-3,… S-4..ada ngak ya?! Hehehe! Rekan2, tahukah saudara, bahwa orang2 Atheis adl orang2 yg sangat jenius dan hebat, tapi nyatanya mereka ngak butuh Tuhan tuh!! Inilah yg dinamakan kesombongan.

Kesombongan Materi:

Contohnya: Sombong karena memiliki harta kekayaan/materi/uang yang berlimpah. Pelit/tidak mau memberi sedekah, pelit memberi persepuluhan. Sombong materi wujudnya juga “suka memamerkan” kekayaan/sesuatu yang mewah yang ia miliki

di hadapan orang2 lain.

Kesombongan Sosial:

Contohnya: Sombong karena ia memiliki garis keturunan bangsawan (Keluarga Kerajaan) ato mungkin karena ia turunan orang “kaya” dan “Terkenal/Terpandang”.

Liat aje tuh artis2/selebritis, hehe!Tapi ngak semua artis/selebritis sombong sich, cuman ya..banyak lah.

Nah, rekan2 muda kristen, berhati2lah terhadap dosa ”kesombongan/kecongkakan/tinggi hati”.

..Waspadalah! Kesombongan terjadi bukan karena ada niat pelakunya…tetapi karena ada kesempatan! Waspadalah! Pesan Bang Jo! Hahaha!

3. Membangun di atas Kayu, Rumput Kering & Jerami.

Itu sebabnya Alkitab berkata: Entahkah orang membangun diatas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing2 orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dgn api dan bagaimana pekerjaan masing2 orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian…dst (1 Kor. 3:12-15).

Rekan2 muda, perhatikan! Alkitab mencatat bahwa ada kualitas yg Buruk yg membuat perbedaan ketika api datang. Yaitu terbuat dari bahan/materi yg tidak tahan api (panas), yaitu:

KAYU, RUMPUT KERING dan JERAMI.

Persamaan sifat ketiga bahan/materi ini…adalah mudah terbakar atau tidak tahan panas (tidak tahan api).

Saya jadi teringat bagaimana kerugian yg akan dirasakan oleh orang2 yg tinggal di daerah2 pedalaman (jauh dari keramaian kota) yg rumahnya dibangun temboknya dari kayu dan atap rumahnya dibangun dari rumput kering/jerami. Sungguh menyedihkan sekali cara mereka ini membangun rumahnya, yaitu dari bahan/materi yg mudah terbakar dan tidak tahan api. Tentunya jika sekonyong-konyong api datang tanpa diduga, maka pasti rumah yg didirikan dari bahan kayu/rumput kering/jerami ini akan hangus terbakar.

Rekan2 muda, kualitas kayu, rumput kering dan jerami ini adalah melambangkan orang2 yg iman dan perjalanan kekristenannya tidak tahan uji terhadap api pencobaan, api penderitaan, api ujian, dan api kepahitan hidup ini.

Ujian/pencobaan/godaan Iman terdiri dari 3 hal, yaitu : Keinginan Tubuh/Daging, Keinginan Mata dan Keangkuhan Hidup (Kesombongan).

Itu sebabnya 1 Yoh.2:15-17 berkata: Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yg ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yg ada di dlm dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yg melakukan kehendak Alah tetap hidup selama-lamanya.”

Dunia sekarang ini menawarkan, yaitu:

a.Keinginan Tubuh/Daging

(Tujuannya agar manusia terjebak untuk membeli barang2 mewah atau sesuatu secara berlebihan, melakukan seks bebas sesuka hatinya, melakukan sesuatu yg diinginkan diluar kehendak Tuhan, keinginan berlebihan terhadap uang (cinta uang), dll. Alkitab bahkan berkata: “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.” (Baca Gal.5:19-20). Itu sebabnya keinginan daging/keinginan tubuh dikatakan oleh Alkitab adalah “berlawanan” dengan keinginan Roh, yaitu Roh Kudus (Gal.5:17).

b.Keinginan Mata

(Tujuannya agar manusia terjebak melihat sesuatu yg cemar (dosa) seperti melihat vcd/dvd/film2/internet yg mengandung pornografi, mengingini suami/isteri orang lain, melihat dengan hawa nafsu birahi terhadap seorang perempuan (laki2), melihat/mengingini sesuatu yg dimiliki oleh orang lain dengan iri hati, seperti pengen punya mobil mewah, pengen punya rumah mewah, dan sesuatu yg mewah lainnya. Bahkan, keinginan ini juga muncul ketika melihat/menonton televisi secara berlebihan sampai berjam2, atau kelewat batas dan hal2 lainnya yg di luar kehendak Firman Tuhan.

c.Keangkuhan (Kesombongan) Hidup

(Tujuannya agar manusia jatuh ke dalam dosa kesombongan rohani, kesombongan intelektual, kesombongan materi dan kesombongan sosial). Itu sebabnya Alkitab berkata: ”Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan” (Ams.16:18).

Dan…Jika seseorang terjatuh/terseret ke dalam jenis2 dosa tersebut di atas ini..maka dapat dipastikan ia sedang membangun hidupnya di atas Kayu, Rumput Kering dan Jerami. Oleh karena itu berhati2lah selalu.

4. Membangun Tanpa Hikmat & Perencanaan.

Itulah sebabnya Yesus berkata: ”Sebab siapakah di antara kamu yg kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau2 cukup uangnya utk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak tidak dapat menyelesaikannya, jangan2 semua orang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi tidak dapat menyelesaikannya” (Luk.14:28-30).

Jadi, dengan kata lain Yesus sedang mengajar kita ttg pentingnya Hikmat dan Perencanaan yg matang ketika membangun sebuah menara. Mengapa? Karena jika pembangunan menara tsb tidak dilakukan dgn hikmat dan perencanaan maka dapat dipastikan pembangunan menara tersebut akan berhenti di tengah jalan/gagal.

Rekan2 muda, konteks kehidupan kita memang bukan sedang membangun sebuah menara. Tetapi kita sedang membangun ”menara” kehidupan kita di tengah2 dunia. Ada banyak orang yang pernah membangun hidupnya namun tanpa hikmat dan perencanaan sama sekali,yaitu seperti: tidak memiliki visi/cita2 mau jadi apa nanti, menjalani hidup mengalir begitu saja tanpa ada persiapan, rancangan, hikmat dan konsep yg jelas, memasuki dunia pernikahan tanpa mempersiapkan diri sebaik2nya, mengambil jalan karir yg tidak disukainya dan tidak merasa nyaman disana, ingin menjadi seorang hamba Tuhan tetapi tidak mempersiapkan dirinya utk memiliki pengetahuan firman Tuhan yg luas dan dalam serta tidak memiliki kehidupan rohani yg tangguh, masuk ke dalam dunia bisnis usaha tetapi tanpa mempersiapkan diri utk membaca ttg buku2 keberhasilan dlm dunia bisnis dan belajar dari mereka yg telah berhasil, dll….

Semuanya ini tentu membawa kpd kita suatu kebenaran akan pentingnya hikmat dan perencanaan dalam membangun setiap segi kehidupan kita dan dalam bidang apapun. Itu sebabnya hal utama dan terpenting yg perlu kita lakukan ketika kita ”membangun” kehidupan kita maka kita harus bersandar kepada Tuhan.

Itu sebabnya Alkitab berkata: ”Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah” (Ibr.3:4).

Jadi hanya dengan hikmat, perencanaan dan petunjuk Tuhan sajalah maka kita akan berhasil dalam membangun rumah kehidupan kita dalam bidang apapun. Mengapa? Karena hanya Tuhan Allah sajalah yg merupakan Ahli Bangunan Segala Sesuatu.

5. Membangun Tanpa Bekerjasama dgn Allah.

Contoh:

a. Pembangunan Menara Babel oleh Nimrod (Kej.11:1-9)

Pembangunan menara ”Pencakar Langit” di Kerajaan Babel Kuno ini gagal bukan hanya karena ada motif kesombongan, tetapi karena pembangunan menara tersebut dilakukan tanpa bekerjasama dgn Allah. Apa buktinya? Buktinya: Allah tidak menyetujui pembangunan menara tersebut yg menyebabkan Ia murka sehingga menggagalkan/memporak-porandakan pembangunan menara tersebut (Baca Kej.11:4-9).

Jadi, berhati2lah…menjalani kehidupan kita diluar tuntunan dan kerjasama dgn Allah pasti akan mendatangkan kutuk, hukuman dan kekacauan. Itu sebabnya kita perlu membangun kehidupan kita dgn selalu bekerjasama dgn Allah, yaitu: melalui doa dan bertanya kpd Tuhan akan rencana hidup kita dan menyingkirkan setiap logika dan kepandaian kita demi menerima nasehat FirmanNya yg akan memberi kita jalan keluar melebihi dari apa yg dapat kita doakan, minta dan pikirkan.

b. Pembangunan Ketujuh Gereja (Sidang Jemaat) Mula-Mula (Why.2 s/d 3)

Ketujuh Gereja ini bernama Gereja Efesus, Gereja Smirna, Gereja Pergamus, Gereja Tiatira, Gereja Sardis, Gereja Filadelfia dan Gereja Laodikia.

Ketujuh Gereja (Sidang Jemaat) ini terletak di Asia Kecil dan sudah ada pada abad pertama Masehi.

Ketika 12 Rasul Hujan Awal (12 Murid2 Tuhan Yesus) masih hidup, maka pengajaran, perilaku dan kebiasaan ke-7 Gereja ini sangat berkenan di hadapan Tuhan. Tetapi setelah para rasul2 meninggal, maka Gereja ini dirasuki/disusupi oleh banyak sekali pengajaran2 palsu dan sesat, bahkan kehidupan sidang jemaatnya banyak yg jahat, sesat dan menyimpang dari Firman Tuhan (Lihat tegoran Tuhan kpd ke-6 Gereja ini dlm Kitab Wahyu Pasal 2 s/d 3), Kecuali Gereja Filadelfia, Gereja ini sangat dipuji oleh Tuhan (Lihat Why.3:7-13).

Hal ini menunjukkan kpd kita kita ttg pentingnya pembangunan Tubuh Kristus (GerejaNya) yg didasarkan oleh Kepemimpinan dan Wibawa dari Hamba2 Tuhan.

Itu sebabnya Alkitab berkata: “Dan IA-lah yg memberikan baik rasul-rasul, maupun nabi-nabi, baik pemberita Injil, maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar…untuk memperlengkapi org2 kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yg benar ttg Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yg sesuai dgn kepenuhan Kristus, sehingga tidak diombang-ambingkan oleh rupa2 angin pengajaran…dst” (Ef.4:11-14).

Perhatikan ayat di atas: Tuhan Yesus telah mempercayakan susunan Teokrasi (Pemerintahan Allah melalui Gereja-Nya) yg dipimpin oleh:

  1. Rasul
  2. Nabi
  3. Pemberita Injil (Penginjil)
  4. Gembala (Gembala Sidang/Pendeta/Hamba2 Tuhan)
  5. Guru (Dosen/Pengajar Rohani/Pengajar Theologi)

Inilah susunan dari yg teratas sampai terendah dari pemimpin2 rohani yg dipercayakan, diberi kuasa dan otoritas serta diurapi oleh Tuhan utk membentuk dan menyempurnakan GerejaNya di akhir zaman ini.

Nah, jadi Gereja juga memerlukan pengawasan dari pemimpin2 rohani yg telah diutus, dipercayakan, diurapi dan diberi kuasa/otoritas utk menjaga, mengajar, mengkoreksi dan mendidik umatNya ke dalam seluruh kebenaran FirmanNya. Ini semua akan berhasil bila pemimpin2 rohani tersebut bekerjasama dgn Allah utk menyempurnakan GerejaNya. Jadi pembangunan tubuh Kristus (GerejaNya) harus dibangun dgn kerjasama antara hamba2Nya dengan Tuhan. Mengapa hrs bekerjasama? Karena bila tidak..berbahaya dong! Entar jadi Gereja Setan loh!! (Lihat Why.17, Why.18)Hehe…

Demikianlah renungan yg saya sampaikan kiranya renungan ini membuka wawasan rohani kita untuk semakin mengerti akan kebenaran Firman Tuhan. Kiranya renungan ini menjadi berkat buat rekan2 muda kristen friendster. Amin!

2 Tanggapan to “RENUNGAN KRISTEN (CARA MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG SALAH)”

  1. Terimakasih, pagi ini saya mendapat santapan rohani yang semakin dapat menguatkan saya sebagai bekal untuk hidup lebih baik

  2. Trims,
    saya merasa banyak masukkan dari renungan ini. tetapi ada beberapa hal yg perlu diperhatikan selain mengapa orang2 tsb jatuh dlm dosa tsb. hal tsb diijinkan Tuhan agar spy kuasa dan kemuliaan Tuhan nampak di dunia ini. dan lain daripada itu sbenarnya dosa itu awalnya adalah bagaimana murid2 Kristus (pendeta, evangelis, gereja itusendiri)melakukan hal2 yg tidak rohani, seperti membangun greja yg mewah2 lewat hsl dr perpuluhan, pendeta yg hidupnya mewah, membiarkan kemiskinan yg ada disekitar greja, membiarkan orang mati krn tdk dpt berobat, sementara greja mengumpulkan uang sebanyak2nya dari jemaat dengan menjual nama Yesus. Hal2 tsb yg membuat kuasa Tuhan tidak nampak dan dosa2 yg anda sebutkan di atas merajalela. Trims GBU all. nanti kita bisa berdiskusi lagi.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: