Erungansweet’s Blog
Just another WordPress.com weblog

RENUNGAN KRISTEN (RAHASIA 7 HUKUM KEKRISTENAN YG SEJATI)

Syalom rekan2 muda Kristen Friendster yg saya kasihi!

Apa kabar?! Smoga Tuhan selalu menyertai kehidupan kita, Amin!

Hari ini kita akan membahas ttg Rahasia 7 Hukum Kekristenan yg Sejati.

Renungan ini adalah kiranya menjadi berkat! Amin! Praise the Lord!

Nats:

2 Ptr. 1: 5-8 : “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh2 berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara2, dan kasih akan saudara2 kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Rekan2 muda Kristen, mengapa kita perlu melakukan hal2 tersebut di atas?!

Karena bila kita melakukan hal2 ini, maka Firman Allah katakan kita akan, yaitu:

  1. Menjadi Giat dan Berhasil akan Pengenalan kita akan Tuhan (2 Ptr.1:8)
  2. Tidak akan tersandung (2 Ptr.1:10)
  3. Dikaruniakan hak penuh untuk memasuki KerajaanNya, yaitu Sorga (2 Ptr.1:11)

Mari kita selidiki ke-7 Hukum Kekristenan yg Sejati, yg di singkapkan oleh Rasul Petrus sbg ketua Rasul, dari 12 Rasul Hujan Awal (Mat.16:17-19) ini.

7 HUKUM KEKRISTENAN SEJATI, YAITU:

1. HUKUM IMAN – KEBAJIKAN

”Karena itu kamu harus dgn sungguh2 berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan.”

Artinya:

Iman itu perlu ditambahkan….yaitu kebajikan. Mengapa?

Karena:

Sebab Pertama, IMAN Tanpa KEBAJIKAN (Perbuatan Baik) adalah MATI .

Itu sebabnya Yak2:17 berkata: ”Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”

Yak.2:22, 26 juga berkata: ”Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dgn perbuatan2 dan oleh perbuatan2 itu iman menjadi sempurna. Sebab seperti tubuh tanpa roh adl mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan adalah mati.”

Jadi, kekristenan adalah melakukan/perbuatan, bukan hanya mendengar Firmannya, tetapi perlu melakukan perbuatan2. Itu sebabnya kekristenan itu identik dan selalu memakai ”atribut” perbuatan Iman. Dengan perbuatan iman, maka disanalah hidup kita selaras dengan FirmanNya.Tanpa Iman, kita tidak dapat berkenan kepada Allah (Ibr.11:6a).

Sebab Kedua, KEBAJIKAN Tanpa IMAN adalah DOSA, KESIA-SIAAN/MENJARING ANGIN.

Itu sebabnya Rm.14:23b berkata: ”Dan Segala Sesuatu yg tidak berdasarkan iman adl dosa.”

Pkh.1:14 berkata: ”Aku (Salomo) telah melihat segala perbuatan yg dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adl kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”

Mengapa dikatakan kebajikan tanpa iman adl kesia-siaan/menjaring angin. Karena manusia itu hidup tanpa iman. Iman itu adalah iman kepada Yesus Kristus dan FirmanNya (Yoh.14:6, Kis.16:31, Rm.10:17, Rm.10:9-15). Jadi, tanpa Yesus maka seluruh usaha/kegiatan/aktifitas manusia di bumi adalah sia-sia/hanya menjaring angin. Oleh karena kekristenan perlu berjalan dlm iman. Berdoalah bagi mereka yg belum percaya/beriman dan mengenal kepada Tuhan Yesus, smoga mereka beroleh anugrahNya. Amin!

2. HUKUM KEBAJIKAN – PENGETAHUAN

”Dan kepada Kebajikan….Pengetahuan.”

Mengapa Kebajikan (Perbuatan Baik) perlu ditambahkan Pengetahuan?

Sebab Pertama, KEBAJIKAN Tanpa PENGETAHUAN adalah:

  1. KEBODOHAN (Contoh: Orang Kaya yg Bodoh, yg tidak mampu menuruti Firman Tuhan Yesus untuk memberikan hartanya kpd org miskin/org lain, meskipun si Orang Kaya ini telah melakukan hukum Taurat (Baca Luk.18:18-27).
  2. KAIN KOTOR/DOSA. Itu sebabnya Yes.64:6 berkata: ”Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor…” Jadi, kesalehan/kebajikan manusia di ”luar” Tuhan Yesus adalah Dosa/Kekotoran/Kenajisan belaka. Agama buatan manusia adalah tetap membawa dosa, kenajisan, kekacauan dan kekotoran belaka! Agama tidak menyelamatkan. Agama selalu berhubungan bentuk, struktur, ritual, aturan. Namun, semua Agama yg menawarkan bentuk, struktur, ritual dan aturan di luar kebenaran FirmanNya (Alkitab) pasti akan menyimpang, salah dan tersesat. Agama juga bukan legalisme belaka.
  3. KEBENARAN DIRI SENDIRI/FILSAFAT MANUSIA. Itu sebabnya Yer. 17:5 berkata: ” Beginilah Firman TUHAN: ”Terkutuklah orang yg mengandalkan manusia, yg mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yg hatinya menjauh daripada TUHAN!” Jadi, filsafat (filosofi) dan hikmat manusia dan hikmat yg dibuat tokoh agama/filsafat ”di luar iman” kpd Yesus Kristus, maka itu adalah hanya kebenaran diri dan filsafat manusia belaka yg akan membawa kutuk! Jadi, pengetahuan dunia ini (pengetahuan umum dan melalui serangkaian pengalaman) saja tidak cukup, tapi harus ditambah dgn pengetahuan Firman Tuhan (Alkitab).

Sebab Kedua, PENGETAHUAN Tanpa KEBAJIKAN adalah DOSA.

Itu sebabnya Yak.4:17 berkata: ”Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa.”

Jadi, tahu/pengetahuan ttg baik dan benar itu tidak cukup, jika seseorang kristen tahu bagaimana berbuat baik, tetapi tidak dilakukannya, maka itu adalah dosa. Bukan berapa banyak saudara tahu yg akan membuat Tuhan kagum/senang, tetapi berapa banyak saudara juga melakukan atas dasar pengetahuan Firman yg saudara dengar. Ini penting!

3. HUKUM PENGETAHUAN – PENGUASAAN DIRI

”Dan kepada Pengetahuan…Penguasaan Diri.”

Mengapa Pengetahuan itu perlu ditambahkan Penguasaan Diri?

Sebab Pertama, PENGETAHUAN Tanpa PENGUASAAN DIRI adalah:

a. PEMBERONTAKAN (Contoh: Malaikat Lusifer (Yes.14:12-15, Yeh.28:12-19)

Luar biasa! Malaikat ini adalah mahluk yg diurapi, sempurna dan berpengetahuan tinggi, namun sayang…malaikat ini tidak dapat menguasai diri sehingga sombong dan memberontak, sehingga ia dilempar dan dibuang oleh Tuhan Allah dari sorga. Ingat! Malaikat diciptakan juga mempunyai ”free will” / kehendak bebas untuk berontak/tidak terhadap Allah dan FirmanNya. Jadi malaikat diciptakan bukan seperti komputer/robot yg seenaknya dpt diperintah. Itu sebabnya Allah itu adil!

b. KETIDAKTAATAN (Contohnya: Adam & Hawa (Kej.3:1-7), Simson (Hak.13-16), Musa & Harun (Bil.20:7-12).

Orang2 ini bukan tidak berpengetahuan, mereka telah diberi suatu peringatan, pengetahuan, dan juga diurapi …namun oleh karena tidak menguasai dirinya, maka mereka harus membayar dengan mahal akibat perbuatannya. Jadi pengetahuan ttg Firman Tuhan saja tidak cukup, tetapi juga harus tetap waspada dan menguasai diri kita dalam perlindungan Firman Tuhan.

Sebab Kedua, PENGUASAAN DIRI Tanpa PENGETAHUAN adalah:

  1. TERJEBAK/TERJERAT/MENCOBAI TUHAN (Contoh yg Baik: Yusuf, meskipun ia digoda/dirayu untuk berzinah dgn isteri majikannya, namun ia menang. Kenapa? Karena ia akhirnya kabur dan lari dari godaan (Baca Kej.39:11-20, hubungkan dgn Ams.14:6, Ams.22:3). Jadi, kalo ada bahaya..kabur dong! Kalo temen2 kita ada yg ngajak dugem, ngerokok, pelesir, minum minuman keras, seks bebas, tawuran, dan kejahatan yg lainnya…maka kita harus kabur/berlari menghindari godaan dari setan tersebut. Ingat! Jangan mencobai Tuhan dgn mengatakan bahwa saudara kuat! Godaan selalu mengintip dalam hidup kita! Ujilah iman kita apakah kita tegak dalam iman, berhati2lah!
  2. MENDATANGKAN RASA MALU/AIB (Contohnya: Nuh (Kej.9:20-27) Disana dijelaskan bahwa Nuh adl juga seorang petani, ia minum anggur, dan tanpa disadarinya akhirnya ia mabuk anggur dan telanjang dlm kemahnya. Hal ini dilihat oleh anak2nya. Meskipun Nuh adl orang benar, kudus dan bergaul dgn Allah (Kej.6:9), namun…sangat disayangkan..pengetahuan Nuh ttg Anggur sangat rendah, sehingga oleh karena sedikitnya pengetahuannya ttg Anggur, maka ketika ia minum Anggur lalu ia sendiri menjadi mabuk dan telanjang. Tentunya ini mendatangkan aib/malu bagi dirinya sendiri. Jadi, sebab Nuh menjadi telanjang dan mabuk/tidak menguasai dirinya adalah karena kurangnya pengetahuan. Jadi, berhati2lah! Pengetahuan itu tidak hanya Firman Tuhan, tapi juga pengetahuan dunia ini yg telah disingkapkan kpd dunia ini olehNya untuk membantu peradaban dunia ini. Orang kristen tidak boleh menjadi bodoh dlm pengetahuan dunia, tetapi harus bijak menilai dan memiliki pengetahuan dunia ini, sehingga tidak akan dipermalukan. Belajarlah dari Nuh. Contoh yg lain adalah Lot. Lot adl orang yg baik, tetapi karena ia mabuk anggur akibat ”dikerjain” anak2 perempuannya, maka Lot juga mendatangkan aib bagi dirinya sendiri dan keluarga. Mengapa? Karena ketika Lot mabuk, maka anak2 perempuannya ”memperkosa” Lot/berhubungan badan (zinah) dgn anak2nya secara bergilir untuk mendapatkan keturunan (Baca Kej.19:30-38). Jadi pengetahuan itu perlu, sehingga tidak terjebak jadi melakukan hal2 konyol yg tidak perlu seperti yg dilakukan oleh Nuh dan Lot ini. Tidakkah Anda heran?!…begitu banyaknya kasus perzinahan, seks bebas, kehamilan terjadi minuman keras yg ”memabukkan” dan juga akibat sarana ”perangsang” yg lain: seperti Ekstasi, Narkoba?! Tentunya ini menjadi peringatan keras bagi kita.

4. HUKUM PENGUASAAN DIRI – KETEKUNAN

”Kepada Penguasaan Diri….Ketekunan.”

Mengapa Penguasaan Diri perlu ditambahkan Ketekunan?

Sebabnya, PENGUASAAN DIRI Tanpa KETEKUNAN adalah Tidak Tahan Uji Untuk Waktu yg Lama.

Contoh yg Kurang Baik adl Ayub. Ayub adl Orang yg Saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayb.1:1, Ayb.1:8). Ayub memiliki penguasaan diri yg baik, namun ketika Iblis/Setan mencobai dia (atas seijin Allah..baca Ayb.1:12), maka ketika hartanya ludes, anak2nya mati, dia ditimpa penyakit borok/bisul yg parah dan dihina oleh isteri dan sahabat2nya, maka lama-kelamaan Ayub mulai bersungut2 thd Allah, membenarkan dirinya dan menyalahkan Allah atas apa yg ia derita (baca Ayub Pasal 3, Ayb.7:8, Ayb.7:11, Ayb.7:15-16, Ayb.7:20, Ayb.9:17-18, Ayb.9:22-23, Ayb.9:30-35, Ayb.10:1, Ayb.10:5-7, Ayb.10:8-9, Ayb.10:18-22, Ayb.16:7-15, Ayb.19:8-13, Ayb.27:1-4)..sehingga Allah menegurnya (Baca Ayb.Pasal 38 s/d 41)..lalu Ayub menyesal (Ayb.42:1-6). Kemudian kehidupan Ayub dipulihkan (Ayb.42:7-17).

Contoh yg Baik adl Yusuf (Kej.37 s/d 45). Yusuf tahan menderita dalam waktu yg sangat panjang dan bertahun2, meskipun dibenci oleh saudara2nya, dibuang ke sumur tua, mengalami pengasingan dan menjadi budak belian, difitnah isteri potifar dan dipenjarakan, namun ia tidak berdosa kepada Allah dan mampu menjaga/menguasai dirinya tetap kudus di hadapan Allah.

Jadi, penguasaan diri itu harus disertai dgn ketekunan, sehingga kita dapat bertahan bahkan selama apapun penderitaan itu. Inilah rahasia Penguasaan Diri yg ditambah dgn Ketekunan. Mengapa perlu ketekunan? Ketekunan itu menghasilkan Tahan Uji (Rm.5:3-5).

5. HUKUM KETEKUNAN – KESALEHAN

“Dan kepada Ketekunan…Kesalehan.”

Mengapa Ketekunan harus ditambahkan Kesalehan?

Sebab Pertama, KETEKUNAN Tanpa KESALEHAN adalah:

KESOMBONGAN/HUMANISME/KOMUNISME/ATHEIS. Contoh: Nimrod, sang Penguasa Kerajaan Babel Kuno (Lihat Kej.10:8-10). Pada saat membangun Menara Babel (Kej.11:1-9), maka nimrot membangun Menara Babel dgn kekuatan dan hikmatnya sendiri dan untuk mencari ”nama”/kesombongan (Kej.11:4). Karena Nimrod dan teman2/orang2 disekelilingnya mampu membangun Menara ”Pencakar Langit” dgn tanpa bantuan/memohon pertimbangan/nasehat Allah, maka Allah pun murka sehingga memperorak-porandakan rencana pembangunan Menara Babel yg hampir diselesaikan oleh Nimrod dan rekan2nya (Kej.11:5-9). Saudaraku, hikmat manusia itu luar biasa! Jika manusia bertekun atas pengetahuan dunia, maka mereka akan berhasil. Namun, sayang Ketekunan tanpa kesalehan hidup adl mendatangkan kesombongan, humanisme, komunisme (kesatuan tanpa Tuhan) dan atheis (tidak membutuhkan Tuhan/ tidak mempercayai Tuhan). Awas! Berhati2lah!

Sebab Kedua, KESALEHAN Tanpa KETEKUNAN adalah:

  1. Seperti ”5 Gadis yg Bodoh” yg tidak mempersiapkan minyak/pelita, sehingga pelita/lampunya mati di tengah jalan, jadi mereka tidak bertekun (Mat.25:1-13).
  2. Seperti Ayub yg ”bersungut2” (hal ini sudah kita bahas tadi).

Contoh yg baik ttg Ketekunan adl Henokh, tekun bergaul dgn Allah selama 300 tahun (Kej.5:22-24) dan 5 Gadis yg Bijaksana (Mat.25:1-13).

Jadi, kesalehan haruslah disertai dengan ketekunan, sehingga dapat berjalan kemenangan demi kemenangan, dan mampu bertahan sampai kesudahannya.

6. HUKUM KESALEHAN – KASIH AKAN SAUDARA-SAUDARA

”Dan kepada Kesalehan…Kasih akan Saudara2.”

Mengapa Kesalehan harus ditambahkan Kasih akan Saudara2?

Sebab Pertama, KESALEHAN Tanpa KASIH AKAN SAUDARA-SAUDARA adalah:

FARISI/SADUKI/AHLI TAURAT (Golongan ini dikecam oleh Yesus dgn Tegas dan Lantang dlm Mat.23). Golongan ini merasa paling kudus, tapi tidak penuh kasih kpd saudara2nya, sehingga mereka hampir merajam wanita yg berzinah, namum Yesus berkata: ”siapa di antara kalian tidak ada yg berdosa, hendaklah ia melemparinya”, namun mereka akhirnya mereka tidak jadi merajam/melempari wanita tsb (Baca Yoh.8:1-11). Jadi kesalehan tanpa kasih adl kemunafikan belaka! Kekristenan haruslah identik dgn Kasih. Tirulah yg memiliki kasih akan saudara2 yg baik, yaitu: Yusuf (Kej.37-45), Gereja Mula-mula (Kis.2:41-47) dan Gereja Filadelfia (Why.3:7-13). Filadelfia artinya: Kasih Persaudaraan.

Sebab Kedua, KASIH AKAN SAUDARA2 Tanpa KESALEHAN adalah:

LEGALISTIK SOSIAL/BADAN AMAL BELAKA! Cobalah berpikir: ”Berapa banyak gereja yg melakukan amal sosial/perbuatan baik, tetapi hidup dalam ketidaksalehan seperti: masih memegang pengajaran/ajaran2 sesat dan palsu, tidak berani mempertahankan ajaran Alkitab, hamba2 Tuhannya masih hidup dalam pengajaran/mengajar ajaran palsu dan sesat?!”… Oh sangat banyak! Nanti akan saya bahas dlm tulisan2 saya ttg pengajaran Sesat/Palsu yg muncul dalam Gereja2 di dunia. Tunggu aja! Intinya, meskipun Gereja melakukan perbuatan baik dgn membantu saudara Kristen yg lain…tapi kalo masih hidup dalam dogma/ajaran gereja yg salah dan sesat, maka itu semua ngak ada artinya! Nihil! Nol! (Lihat teguran Tuhan Yesus thd Keenam Gereja dalam Kitab Wahyu Pasal 2 s/d 3, kecuali Gereja Filadelfia).

Jadi, berhati2lah! Tidak semua gereja yg kaya akan perbuatan baik akan berkenan kpd Allah, tapi juga perlu saleh/kudus dalam pengajaran atau memegang ajaran. Suci dalam perbuatan dan suci dalam ajaran! Demikian juga kita.

7. HUKUM KASIH AKAN SAUDARA2 – KASIH AKAN SEMUA ORANG

Mengapa Kasih akan Saudara2 perlu ditambah dgn Kasih akan Semua Orang?

Karena Kasih Kepada Semua Orang adalah Kasih kepada Sesama Manusia (Agape), dan ini adalah Hukum yg Terutama yg diperintahkan oleh Tuhan Yesus (Mat.22:39, Mat.5:43-48). Selain itu kasih adalah Pengikat yg mempersatukan dan menyempurnakan segala hal (Kol.3:14), dan kasih itu adalah berkualitas tinggi dan sorgawi (1 Kor.13:1-13).

Jadi, kasih tidak boleh hanya bersifat eksklusif…”oh, dia orang kristen, jadi harus ditolong/dibantu… Yah! Di orang non kristen sich! Males ah bantu dia!”… Nah, hal2 seperti ini tidak boleh ada dalam ”paradigma”/kerangka berpikir kita. Orang Kristen adalah Garam Dunia dan Terang Dunia! Jadi harus memberi warna yg berbeda, amin!

NAH…Demikianlah artikel rohani yg dapat saya berikan kpd rekan2 muda Kristen, sehingga menjadi berkat buat kita sekalian.

4 Tanggapan to “RENUNGAN KRISTEN (RAHASIA 7 HUKUM KEKRISTENAN YG SEJATI)”

  1. bagaimana cara kita memberikan kasih kepada saudara -saudara yang tidak se iman dengan kita……??

    karna,
    kita tahu perbedaan itu menjadikan kita merasa canggung untuk menjalin hubungan dengan saudara diluar iman kekristenan.

  2. thanx ea atas siraman rohani nya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: